Rabu, 26 Maret 2014

Deskripsi Wajah


Nama : Nuning Surya Lestari
NPM : 116210123
Kelas : 6E
M.K  : Semantik
Tugas, Perhatikan wajah anda, ceritakan sesuai dengan apa yang anda inginkan!
            Nama saya Nuning Surya Lestari saya memiliki wajah berbentuk bulat, hidung pesek, bibir tipis, rambut lurus dan panjang, mata bulat serta retina berwarna kecoklat-coklatan, bulu mata berukuran 1 cm, alis tebal, kening yang lebar serta pipi tembem. Semua ini merupakan anugrah Tuhan yang telah Dia karuniakan kepada saya.
            Tuhan menciptakan hidung yang pesek dan berlubang dua berfungsi untuk menghirup nikmat udara yang segar. Di dalam hidung terdapat rambut-rambut hidung berfungsi untuk menyaring udara dalam proses pernafasan. Dengan hidung inilah saya dapat menikmati kesegaran udara, dan mencium sagala aroma maupun bau yang ada di sekitar saya. Manusia merupakan makhluk sosial. Oleh sebab itu dalam kehidupan sehari-hari manusia selalu berkomunikasi baik dengan sesama manusia, lingkungan dan Tuhan. Maka dengan nikmat yang Tuhan berikan  mulut dan bibir inilah saya gunakan untuk berkomunikasi.
            Rambut merupakan mahkota bagi kaum hawa, saya dikaruniai rambut lurus dan panjang serta berwarna pirang. Mata adalah alat indra yang berfungsi untuk melihat keindahan yang ada di sekitar saya. Saya memiliki mata yang berbentuk bulat serta retina yang berwarna kecoklat-coklatan. Merupakan nikmat Tuhan yang tak ada tandingannya, karena dengan mata saya dapat melihat keindahan dunia ini. Pada kelopak mata saya terdapat bulu mata berukuran 1cm  dan alis yang tebal berfungsi untuk menjaga agar keringat tidak masuk ke dalam mata.
            Pipi yang tembem dan tidak berjerawat, serta kening yang lebar dan dua pasang telinga yang berfungsi untuk mengkap informasi, guna untuk menambah ilmu pengatahuan saya. Telinga inilah alat indra yang paling berperan dalam pemerolehan informasi, tanpa adanya telinga manusia sulit untuk mendapatkan informasi, karena menurut pepatah lebih baik banyak mendengar dari pada banyak berbicara.
            Selain itu saya memiliki tahi lalat di hidung, dekat mulut, bawah mata, dagu, dan kening. Tahi lalat yang saya miliki tidaklah berukuran besar, tahi lalat ini berfungsi untuk memberi hiasan pada wajah saya. Tahi lalat dapat dijadikan tanda atau ciri-ciri pengenal seseorang. Segala sesuatu yang telah Tuhan ciptakan kepada mahkluk-Nya adalah hal yang terbaik untuknya.      

Selasa, 25 Februari 2014

Tugas Kelompok Siti Suratmi dan Nuning Surya Lestari Mata Kuliah Sematik


ANALISIS STILISTIKA MANTARA PEMGOBATAN PADA MASYARAKAT MELAYU DESA KEBUN DURIAN KECAMTAN GUNUNG SAHILAN
Oleh: Gisgha Occi Yanda
NPM: 086211532
1.      Latar Belakang dan Masalah
1.1  Latar Belakang
Mantara ialah perkataan yang memiliki kekuatan ghaib (misal dapat menyembuhkan, mendatangkan celaka, dan sebagainya).
Alasan peneliti melakukan penelitian ini karena bahasa yang dipakai dan yang terdapat dalam mantra bukanlah suatu perkara yang mudah untuk dipahami dan dimaknai.
                  Penelitian ini merupan penelitan lanjutan setelah, penelitian yang dilakukan oleh:
(1)      Roziah (2008) FKIP UNRI dengan judul “ Mantra Berladang Padi Masyarakat Melayu Desa Bantan Air Kecamatan Bantan Kabupaten Bengkalis (Sebuah Kajian Stilistika)”. Masalah penelitianya adalah bagaimana bunyi mantara-mantara berladang padi dan implikasi mantara berladang padi pada Masyarakat Melayu Desa Bantan Air Kecamatan Bantan Kabupaten Bengkalis terhadap pengajaran bahasa Indonesia?, hasil penelitianya menyatakan mantara kaya akan rima, aliterasi, asonansi, dan anakora. Persamaan penelitian Roziah dengan peneliti adalah sama-sama membahas tentang stilistika. Perbedaanya adalah objek yang dikaji oleh Roziah Mantra Berladang Padi Masyarakat Melayu Desa Bantan Air Kecamatan Bantan Kabupaten Bengkalis, sedangkan objek kajian peneliti mantara pemgobatan pada masyarakat Melayu Desa Kebun Durian Kecamtan Gunung Sahilan.
(2)   Citra Maya Sari (2012), “ Analisis stilistika Gurindam Dua Belas karya raja Ali Haji” FKIP UIR. Msalah penelitiannya yaitu, (1) Makna pasajah yang terdapat dalam Gurindam Dua Belas Karya Raja Ali Haji ?, (2)  Gaya bahasa apakah yang terdapat di dalam  Dua Belas karya raja Ali Haji ?. hasil penelitiannya menyatakan stilistika mengandung dua unsur yaitu makna kata dan gaya bahasa persamaan penelitian: sama-sama membahas tentang kajian stilistika. Perbedaan ya objek yang dikaji Gurindam Dua belas Karya Raja Ali Haji dan makna denotatif dan makna gramatikal Gueindam Dua Belas Raja Ali Haji, sedangkan objek kajian peneliti Pengobatan Pada Masyarakat Melayu Desa Kebun Durian Kecamatan Gunung Sahilan, serta meneliti makna gramitikal dan makna leksikal Pada Masyarakat Melayu Desa Kebun Durian Kecamatan Gunung Sahilan.  
     Manfaat teoritis dan Praktis
(1)   Manfaat Teoretis
Secara teoretis penelitian ini dapat memberikan sumbangan wawasan dan pengetahuan tentang teori-teori sastra khususnay yang berkaitan dengan teori stilstika yang diterapkan pda mantra sebagai puisi. Selain itu, untuk menambah pengetahuan peneliti tentang bahasa sastra dan stilistika.
(2)   Manfaat praktis
Untuk Guru bahasa dan sastra Indonesia dalam proses belajar-mengajar dan dapat dijadikan bahan informasi dalam pengajaran bahasa Indonesia dan juga dapat memperluas pengetahuan penulis pada gaya bahasa dalam sastra.

1.1.2 Masalah
(1) Bagaimanakah makna leksikal yang terdapat pada Pengobatan Pada Masyarakat Melayu Desa Kebun Durian Kecamatan Gunung Sahilan?
(2) Bagaimanakah makna gramatikal yang terdapat pada Pengobatan Pada Masyarakat Melayu Desa Kebun Durian Kecamatan Gunung Sahilan?

1.2  Tujuan penelitian

   (1) Untuk mengetahui makna leksikal yang terdapat pada Pengobatan pada  Masyarakat Melayu Desa Kebun Durian Kecamatan Gunung Sahilan.
(2) Untuk mengetahui makna leksikal yang terdapat pada Pengobatan Pada Masyarakat Melayu Desa Kebun Durian Kecamatan Gunung Sahilan.

1.3  Teori
1.      Kajian stilistika mencakup aspek (a) bunyi atau fonologi, (b) penggunaan perkataan, diksi, leksikal, (c) struktur sintaksis, (d) makna, (e) gaya bahasa dan (f) gaya penulisan (Sikana dalam Shomary, 2011:8)
2.      Makna leksikal adalah makna yang dimiliki atau ada pada leksem meski tanpa konteks apa pun (Chaer, 2007:29). Pendukung tersebut didukung juga oleh Djaja sudarma, 2009:16 yang menyatakan, semua makna (baik bentuk dasr maupun bentuk turunan) yang ada dalam kamus disebut makna leksikal. Nurgiantoro 2010:290 menambahkan “Leksikal yang dimaksud sama pengertianya dengan diksi, yaitu yang mengacu pada pengertian penggunaan kata-kata tertentu yang sengaja dipilih oleh pengarang.”.
3.      Menurut Depdiknas “ gramatikal adalah sesuai dengan tata bahasa, menurut tata bahasa” (Depdiknas, 2008:461). Djajasudarma (2009:16) menyatakan, “makna gramatikal adalah makna yang menyangkut hubungan intera bahasa, atau makna yang muncul sebagai akibat berfungsinya sebuah kata di dalam kalimat”.

1.4  Teknik Penelitian
1.4.1        Teknik Pengumpulan Data
Untuk mempermudah dalam memperoleh dan mengumpulkan data penelitian, maka penulis menggunakan teknik pengumpulan data: observasi, wawancara, rekaman, catat atau pencatatan.
1.4.2        Teknik analisis Data
(1)   Menranskipsikan keseluruhan data dari bahasa lisan ke bahasa tulisan untuk mempermudah dalam mengelola data;
(2)   Data-data yang sudah ditranskripsi, penulis translitasikan dari bahasa daerah ke dalam bahasa Indonesia;
(3)   Mengklasifikasikan data-data tersebut sesuai dengan unsure-unsur stilistika yang terdapat dalam mantra pengobatan yaitu makna leksikal dan makna gramatikal;
(4)   Menganalisis data tersebut berdasarkan teori yang relevan;
(5)   Menyimpulkan hasil analisisdari mantra pengobatan di desa pengobatan  pada Masyarakat Melayu Desa Kebun Durian Kecamatan Gunung Sahilan.

1.5  Hasil Penelitian

(1)   Terdapat Makna leksikal dalam mantra leksikl dalam mantra pengobatanp Pada Masyarakat Melayu Desa Kebun Durian Kecamatan Gunung Sahilan 61 kata.
(2)   Terdapat makna gramatikal Pada Masyarakat Melayu Desa Kebun Durian Kecamatan Gunung Sahilan 17 kata.

1.6  Kesimpulan

(1)   Pada makna leksikal, pada mantra Masyarakat Melayu Desa Kebun Durian Kecamatan Gunung Sahilan terdapat nomina, verba dan ajektiva.
(2)   Pada makna gramatikal mantra Masyarakat Melayu Desa Kebun Durian Kecamatan Gunung Sahilan maknanya mayoritas mengarah pada penjelasan dan tujuan dari mantra pengobatan tersebut. Namun, tidak semua kata dalam tiap mantra memiliki kata yang bermakna gramatikal.

DaftarPustaka
Yanda, Gisgha Occi. 2013. “ Analisis Stilistika Mantra Masyarakat Melayu Desa Kebun Durian Kecamatan Gunung Sahilan”. Skripsi. Pekanbaru: Program Strata satu Universitas Islam Riau.

Minggu, 09 Februari 2014

Arsip Pengeluaran Selama Perkuliahan


ARSIP KEUANGAN SELAMA PERKULIAHAN










No Nama Barang Harga

1 Folmulir Pendaftaran Rp. 200.000,-

2 Uang Pembangunan Rp. 3.500.000,-

3 Uang Kuliah Semester 1 Rp. 1.440.000,-

4 Uang SPP Dasar Rp.1.000.000,-

5 Uang Belanja selama 6 Bulan RP. 6.000.000,-

6 Uang Kos Selama 6 bulan RP. 1.500.000,-

7 Uang Kuliah Semester 2 Rp. 1.380.000,-

8 Uang SPP Dasar semester 2 Rp. 1.000.000,-

9 Uang Kos Selama 6 bulan RP. 1.500.000,-

10 Uang Belanja selama 6 Bulan RP. 6.000.000,-

11 Uang Kuliah Semester 3 Rp. 1.380.000,-

12 Uang SPP Dasar Semester 3 Rp. 1.000.000,-

13 Uang KTM Rp. 20.000,-

14 Uang Kos Selama 6 bulan RP. 1.500.000,-

15 Uang Belanja selama 6 Bulan RP. 6.000.000,-

16 Uang Kuliah Semester 4 Rp. 1.440.000,-

17 Uang SPP Dasar Semester 4 Rp. 1.000.000,-

18 Uang Belanja selama 6 Bulan RP. 6.000.000,-

19 Uang Kos Selama 6 bulan RP. 1.500.000,-

20 Uang Kuliah Semester 5 Rp. 1.380.000,-

21 Uang SPP Dasar Semester 5 Rp. 1.000.000,-

22 Uang Kos Selama 6 bulan RP.1.200.000,-

23 Uang Belanja selama 6 Bulan Rp. 8.400.000,-

24 Lemari Rp. 300.000,-

25 Kasur Rp. 300.000,-

26 Leptop Rp. 5.800.000

27 Printer Rp. 520.000,-

28 Modem Rp.300.000,-

29 Kipas Angin RP.165.000,-

30 Uang Kos Rp. 200.000,-

31 Uang Belanja Rp. 1.000.000,-

TOTAL  Rp. 63.925.000,-






Sumber pendapatan dari orang tua.


Selasa, 21 Mei 2013

Menahan Amarah

  


     Bagi siapa mempunyai watak pemarah, hendaknya ia melihat dirinya sendiri saat ia sedang marah. jika ia tidak sanggup melihat dirinya sendiri saat ia marah, seharusnnya ia menghindarinya. 
      Rasulullah menjadikan orang yang dapat menahan dirinya saat emosi sebagai orang yang kuat. Abu Hurairah r.a meriwayatkan ahwa rasulullah bersabda, "Bukanlah orang kuat itu orang yang kuat dalam perkelahian, tapi sesungguhnya orang kuat itu adalah orang yang dapat menahan dirinya saat marah.
      Cara mengobati kemarahan sangat mudah bagi orang yang dimudahkan Allah, yang terdiri dari dua macam yaitu Lahiriyah dan Maknawiyah.
1. Lahiriyah dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:
    a. Memohon perlindungan kepada Allah dari godaan   setan yang terkutuk pada saat timbul emosi.
   b. Mengubah posisi dari posisi ketika ia marah. Apabila saat ia berdiri, hendaknya ia duduk, dan apabila duduk, maka hendak ia berbaring.
    c. Berusaha untuk diam ketika emosi.

2. Maknawiyah dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:
    a. Menghadirkan dihati, pujian Allah bagi orang-orang yang menahan amarah di dunia, serta apa-apa                    yang dijanjikan bagi mereka daripada pahala yang besar di akherat.
    b. Segera mengingat bahwa setanlah yang mendorong amarahnya dan yang mendukungnya.
    c. Mengingat bahwa jika meneruskan amarahnya justru akan menambah kedengkian dan kebencian, sehingga ia   akan menyesal dan menimbulkan rasa dendam.
     d. Mengekang nafsu. Sesungguhnya orang yang kuat itu adalah orang yang mampu menahan nafsu amarahnya.

Sumber:
      Muhammad. 2010. Ta'aruf Cinta. Jakarta: Qultummedia.



   

Menyikapi Keburukan Akhlak Orang Lain dengan Bijak  (Al-Mudaaraat)


         
Al-Mudaaraat adalah salah satu perantara utama untuk mengambil hati yang berpaling dan menghilangkan permusushan sekaligus mengubahnya menjadi persahabatan dan kasih sayang. sifat ini berpulang kepada perkataan baik, mengakrabkan perjumpaan (ramah-tamah) serta menghindarisegala sesuatu yang dapat menyebabkan hati berpaling dan menyebabkan kemarahan orang yang mempunyai perangai tidak wajar, atau dari orang yang diduga akan dapat menyakiti.
         Nabi seringkali melakukan Mudaaraat terdapat orang yang berprilaku demikian. diriwayatkan oleh Aisyah bahwa seorang laki-laki meminta izin kepada nabi untuk dapat bertemu dengannya, maka nabi bersabda, "Izinkan dia, alangkah buruknya anak dari Bani 'Asyirah!" atau "Betapa buruk lelaki dari Bani 'Asyirah". Lalu ketika orang tersebut masuk, Nabi melembutkan kata-katanya kepadanya.
         Aisyah r.a berkata, "Aku mengatakan, "Wahai Rasulullah, engakau telah katakan sesuatu tentangnya sebelumnya apa yang telah engkau katakan sesuatu tentangnya sebelumnya apa yang telah engkau katakan, tapi kemudian engkau melembutkan kata-kata engkau kepadanya?". Nabi bersabda, " wahai Aisyah, sesungguhnya orang yang paling buruk derajatnyaq disisi Allah pada hari kiamat adalah orang yang ditinggalkan orang lain karena takut akan keburukan/kejahatannya."
       Al-Muhajir bin Abdullah mengatakan,
Kujauhi seorang tanpa ada kebencian 
Dengan sengaja kudekati saudara yangb penuh kebencian
Agar ada kecintaan setelah kebencian 
Atau ketunjukkan kepadanya sebuah pertarungan, biar Allah 
Membinasakan siapapun yang ingin ia binasakan.

Sumber:
       Muhammad. 2010. Ta'aruf Cinta. Jakarta: Qultummedia.